Jilid Pertama: Nirwana Alam Ilusi Bab Seratus Enam Puluh: Romantika di Pulau Terpencil
Ba Fei akhirnya berhasil mewujudkan keinginannya dan langsung bertindak. Dengan kerja sama dari hiu raksasa tersebut, ia menyegarkan dan menyegel sebersit kesadaran rohaninya jauh di dalam pikiran makhluk itu. Mulai sekarang, selama ia menginginkannya, ia bisa mengetahui setiap gerak-gerik hiu raksasa itu kapan saja.
"Ini adalah Pil Roh Binatang, yang bisa mempercepat kecepatan kultivasimu. Dan ini adalah Pil Transformasi Kelahiran Kembali, tentu saja untuk membiarkanmu berubah wujud dalam waktu yang sangat singkat. Hm, kau bisa meminum kedua pil ini bersamaan, mungkin sebelum fajar tiba, kau sudah bisa melihat hasilnya." Ba Fei teringat pada pengalaman Yin di masa lalu, sehingga ia berani memberikan saran seperti itu. Pada akhirnya, ia memerintahkan, "Baiklah, kau bisa pergi dulu. Jika ada keperluan, aku akan memanggilmu!"
Setelah berkata demikian, Ba Fei tidak mempedulikannya lagi, lalu menggendong Ling Yue yang masih tidak sadarkan diri dan melesat menuju pulau.
Hiu raksasa itu tidak pergi terlalu jauh. Ia memanggil sekelompok pengikut setianya untuk menjaga tempatnya bermeditasi, lalu tanpa menunda sedetik pun, ia memasukkan kedua pil itu ke dalam mulutnya yang besar dan mulai bermeditasi untuk mencerna khasiatnya.
Ba Fei menemukan sebuah gua kecil dan menggunakan indra rohaninya untuk menyelidiki sekeliling dengan cermat. Setelah memastikan tidak ada bahaya sama sekali, barulah ia mulai mengobati Ling Yue. Ling Yue hanya kehabisan tenaga dan tidak tahan dengan obat-obatan yang terlalu berat, jadi ia tidak memberinya buah persik abadi atau pil lain yang berlebihan. Ia hanya menyalurkan energi murninya secara perlahan ke dalam tubuh Ling Yue untuk memulihkan meridiannya yang rusak sedikit demi sedikit.
Hingga fajar menyingsing, Ling Yue masih belum sadarkan diri, tetapi kondisi fisiknya sudah jauh membaik. Melihat noda darah di tubuh Ling Yue dan pakaiannya yang robek di beberapa bagian, Ba Fei mengatupkan giginya, mengambil seember air dari Cincin Dewa Surgawi, memanaskannya dengan energi murninya, lalu dengan lembut melepas pakaian Ling Yue. Ia mengambil sehelai kain bersih dan lembut yang dibasahi air hangat, lalu menyeka tubuh wanita itu dengan hati-hati.
Setelah bersusah payah merampungkan semuanya, ia mengeluarkan seperangkat pakaian bersih dan mengenakannya pada Ling Yue, lalu melesat keluar dari gua dalam sekejap. Wajah Ling Yue tampak sangat merah merona, dan di sudut matanya, sebutir air mata jristal perlahan-lahan menetes.
Ketika senja kembali menjelang, Ling Yue akhirnya sadar kembali. Ba Fei sangat gembira melihatnya terbangun dan langsung mengeluarkan buah persik abadi serta pil untuk diberikan kepadanya. Ling Yue menundukkan pandangannya, tidak berani menatap pria itu sama sekali. Hatinya dipenuhi rasa syukur, rasa bersalah, rendah diri, dan rasa malu. Masa lalu terbentang jelas di depan matanya, menghantam batinnya bagaikan sebuah mimpi buruk yang seolah hendak meremukkan jiwanya berkeping-keping.
Beberapa jam kemudian, kondisi Ling Yue akhirnya pulih sepenuhnya. Bukan hanya seluruh tingkat kultivasinya kembali, ia bahkan mendapatkan berkah tersembunyi dari musibah tersebut, berhasil mendobrak hambatan dan melangkah ke alam Awal Suci.
"Kenapa kau begitu bodoh?" Melihat Ling Yue telah memantapkan tingkat kultivasinya dengan kuat, Ba Fei tidak bisa menahan diri untuk tidak bersuara, nada bicaranya dipenuhi dengan rasa iba dan sayang.
"Maafkan aku, maafkan aku..." Hati Ling Yue bergelora, ia mengucapkan kata "maaf" beberapa kali dalam satu tarikan napas, sementara air mata mengalir deras dari matanya.
"Sudahlah, semuanya sudah berlalu." Perasaan lembut muncul di lubuk hati Ba Fei, ia memegang kedua bahu wanita itu dan menghiburnya.
Tubuh Ling Yue terus-menerus bergetar. Mendengar kata-kata itu, ia semakin terisak dengan keras tanpa bisa menahan diri.
"Mulai sekarang, tetaplah tinggal di Sekte Xianwu, ya?" Sesaat kemudian, Ba Fei berkata.
"Aku..." Ling Yue tahu apa maksud tersirat dari kata-katanya. Pria itu menyebut Sekte Xianwu, bukan Pulau Xianwu, di mana makna di baliknya sangat berbeda. Untuk sesaat, ia tidak tahu bagaimana harus menjawabnya.
"Mulai sekarang, Gerbang Timur akan kuberikan kepadamu untuk dikelola. Aku akan memberitahu Chen'er, dan beberapa waktu lagi, membiarkannya menyambutmu masuk ke dalam Dewan Penatua."
"Ba Fei, jangan..." Mendengar itu, Ling Yue merasa sangat tersentuh, tetapi secara naluriah ia ingin menolak kebaikan pria itu.
"Ada apa? Apakah kau masih ingin menghindariku dan terus bersikap konyol seperti ini?" Ba Fei pura-pura tidak senang.
"Ba Fei, aku tidak layak... Dulu... alasan mengapa aku datang ke Pulau Xianwu dan bekerja keras untuk Sekte Xianwu adalah untuk menebus dosaku sendiri. Meskipun aku tahu, bahkan jika aku mempertaruhkan nyawaku, itu tidak akan cukup untuk membalas seperseribu kebaikanmu, apalagi menghapus kesalahan yang pernah kulakukan padamu!" Ling Yue mundur beberapa langkah, membalikkan badan dan menangis.
"Mari kita lupakan masa lalu, bagaimana?" Ba Fei berjalan mendekat secara perlahan, mengulurkan kedua tangannya dari belakang untuk merangkul pinggangnya, lalu berbisik lembut di dekat telinganya.
"Aku..." Tubuh Ling Yue bergetar, merasa bingung tidak tahu harus berbuat apa.
"Aku juga punya kesalahan. Mari kita lupakan semua ketidaksenangan di masa lalu, ya?"
"Ba Fei, aku... aku tidak pantas kauperlakukan seperti ini!" Ling Yue berkata dengan perasaan serba salah.
Melihat Ling Yue masih belum bisa keluar dari bayang-bayang masa lalunya, Ba Fei semakin merasa kasihan. Dengan sedikit kasar, ia membalikkan tubuh wanita itu agar menghadap ke arahnya. Napas Ling Yue menjadi cepat, wajahnya memerah, dan kedua matanya terpejam rapat. Ia hanya bisa merasakan aroma yang asing dan memikat semakin mendekat ke arahnya.
"Ba Fei, jangan..."
Ba Fei tidak mempedulikan penolakannya. Dalam sekejap, suhu di dalam gua mulai meningkat. Suara gumaman dan rintihan terdengar semakin hangat dan memesona di malam bulan purnama yang indah ini.
"Yue'er, aku akan membujuk kedua Istana agar mereka setuju kau resmi bergabung dengan Sekte Xianwu!"
Ini bukan sekadar sebuah janji, melainkan bagi Ling Yue, ini adalah sebuah sentuhan emosional dan rasa syukur yang mendalam.
"Kedua Kakak sebenarnya sudah menyetujuinya sejak lama, hanya saja aku tidak ingin secepat itu..." kata Ling Yue lembut.
"Kalau begitu, baguslah," ucap Ba Fei.
"Ba Fei, aku berjanji akan mengelola Gerbang Timur, tetapi masalah bergabung dengan Dewan Penatua, kumohon jangan diungkit lagi. Berjanjilah padaku, ya?"
"Kenapa lagi ini?" tanya Ba Fei dengan bingung.
"Aku ingin berusaha dengan kemampuanku sendiri. Percayalah padaku, aku akan segera mendapatkan kehormatan itu dengan usahaku sendiri," kata Ling Yue.
"Jika itu maumu, aku menghargai keputusanmu."
"Terima kasih!"
"Apakah kita masih perlu mengucapkan dua kata itu di antara kita?" Ba Fei tersenyum.
Setelah itu, keduanya terjerumus dalam keheningan yang cukup lama, hanya detak jantung masing-masing yang bergema di dalam pikiran mereka.
Masa lalu sudahlah berlalu, yang jauh lebih penting adalah kehidupan di masa depan.
Beberapa saat kemudian, keduanya meninggalkan gua dan melesat menembus hutan di pulau tersebut.
Pulau terpencil ini tidak begitu besar, dan hampir tidak ada jejak binatang buas di sini. Mengenai harta karun alam atau semacamnya, sama sekali tidak ada tanda-tanda keberadaannya, yang membuat Ba Fei merasa sangat kecewa. Mengingat sehari lagi upacara ujian akan segera diadakan, Ba Fei tidak ingin membuang tenaga lebih lama lagi. Bersama Ling Yue, ia segera kembali ke pantai.
"Ba Fei, ini..." Begitu tiba di pantai, pemandangan di hadapan mereka benar-benar membuat mereka terkejut besar, dan Ling Yue bahkan berseru kaget.
Tampak di permukaan laut tidak jauh dari sana, ribuan hiu putih berkerumun sangat padat. Di hadapan hiu-hiu putih itu, seorang gadis kecil sedang berdiri di tepi pantai sambil menoleh ke sana ke mari. Begitu melihat kemunculan Ba Fei, gadis kecil itu berlari dengan cepat menghampirinya dan berkata dengan suara nyaring dan jernih, "Memberi hormat kepada Tuan!" Sambil memutar bola matanya, gadis itu membungkuk memberi hormat kepada Ling Yue, "Memberi hormat kepada Nyonya!"
"Kau... kau adalah... Xiao Yu?" Jangankan Ling Yue yang merasa malu hingga wajahnya memerah, Ba Fei bahkan terperangah hingga mulutnya terbuka lebar karena sangat terkejut.
"Benar, Tuan, akulah Xiao Yu!"
Gadis kecil yang belum genap berusia sepuluh tahun ini ternyata adalah Xiao Yu. Jika bukan karena pengakuannya sendiri, Ba Fei tidak akan pernah percaya bahkan jika ia mati sekalipun. Melihat sorot matanya yang penuh kelincahan, wajah mungilnya yang menunjukkan ekspresi nakal, serta gigi depannya yang ompong sebagian dan tampak berkilau saat ia membuka mulut.
"Kau, kau benar-benar Xiao Yu!" seru Ba Fei dengan keras. Tanpa sadar ia langsung mengangkat gadis itu dalam gendongannya, melemparkannya ke udara dengan kuat, lalu menangkapnya kembali dengan mantap. Perasaan terkejut dan gembira bergemuruh di dalam hatinya. Karena tindakannya yang begitu spontan itu, lautan hiu yang tak bertepi di dekat sana tiba-tiba mengeluarkan raungan bersama-sama hingga menggetarkan langit, membuat Ba Fei buru-buru menurunkannya karena ketakutan.
"Yue'er, ini Xiao Yu!" Ba Fei menoleh dan berkata kepada Ling Yue.
"Xiao Yu? Xiao Yu yang mana?" Ling Yue masih merasa kebingungan.
"Hiu raksasa itu!" Ba Fei menepuk jidatnya dan tertawa geli.
"Apa? Dia... dia... hiu raksasa itu!" Ling Yue benar-benar tidak percaya. Bagaimanapun juga, ia tidak bisa menyatukan bayangan gadis kecil yang imut di depannya ini dengan hiu raksasa yang ganas itu.
"Nyonya, soal yang tadi-tadi, Xiao Yu minta maaf ya!" Xiao Yu memutar bola matanya, lalu menerjang masuk ke pelukan Ling Yue dan bermanja-manja.
"Ini... ini..." Ling Yue benar-benar terpaku di tempat.
"Yue'er, tidak apa-apa, aku hanya memberinya dua butir pil agar dia bisa mendobrak hambatan dan mengubah wujud lebih awal," ucap Ba Fei sambil tersenyum tipis.
"Ba Fei, kau benar-benar luar biasa!" Ling Yue menatapnya dan memuji dengan tulus.
"Ngomong-ngomong, Xiao Yu, ada apa dengan semua itu?" Ba Fei menunjuk ke arah hiu-hiu putih yang berkerumun padat di laut.
"Makhluk-makhluk menyebalkan ini khawatir aku di-bully oleh kalian!" Xiao Yu mengerucutkan bibirnya.
Wajah Ba Fei langsung menghitam, sementara Ling Yue di sampingnya sudah tidak bisa menahan tawa kecilnya.
"Pergi, pergi, pergi! Ini Tuanku, dan mulai sekarang juga bos kalian! Sekarang, lakukan saja apa yang seharusnya kalian lakukan, jangan ganggu aku mengobrol dengan Tuan dan Nyonya!" Xiao Yu bertingkah dewasa sebelum waktunya, berlari beberapa langkah ke depan, lalu membentak kelompok hiu itu dengan suara lantang.
Wajah Ling Yue menegang erat karena takut tidak sengaja tertawa terbahak-bahak. Melihat ekspresinya, Ba Fei berniat mengggodanya, tetapi begitu ia mengangkat kakinya untuk mendekat, wanita itu langsung melesat pergi dengan cepat.
"Xiao Yu, kenapa kau tidak pergi?" Ketika gerombolan hiu itu perlahan-lahan mundur dan menghilang, melihat Xiao Yu yang kembali ke hadapannya, Ba Fei tidak dapat menahan rasa penasarannya.
"Tuan, aku tiba-tiba teringat satu hal, aku ingin membawa kalian ke suatu tempat!" Xiao Yu tiba-tiba berkata dengan nada serius.
"Oh?" Ba Fei merasa agak terkejut.
"Beberapa ratus tahun yang lalu, saat aku sedang berenang di lautan luas, aku secara tidak sengaja memasuki sebuah tempat. Namun, tempat itu sepertinya adalah ruang independen. Karena volume air di dalamnya tidak mencukupi, aku ketakutan dan langsung pergi. Meskipun aku hanya tinggal di sana untuk waktu yang sangat singkat, pemandangan di tempat itu tidak pernah kulupakan sama sekali. Di ruang itu terdapat deretan pegunungan yang sangat besar, dan pegunungan itu tampaknya terbuat dari apa yang kalian sebut sebagai batu kristal..." kenang Xiao Yu.
"Apa? Ruang independen? Pegunungan? Batu kristal?" tanya Ba Fei dengan penuh keheranan.
"Mungkinkah itu sebuah tambang batu kristal?" Ling Yue melangkah maju dan bertanya.
"Ucapan Nyonya benar sekali, sepertinya itu memang tambang batu kristal!" sahut Xiao Yu.
"Ya ampun! Ba Fei, ayo kita segera pergi melihatnya!" seru Ling Yue dengan kencang penuh semangat.
"Xiao Yu, apakah tempat itu jauh?" Ba Fei teringat bahwa esok hari upacara ujian akan diadakan, dan ia sudah berjanji kepada mereka akan kembali tepat waktu.
"Agak jauh, tetapi dengan kecepatan kita, kita bisa tiba di sana dalam waktu sekitar setengah hari," pikir Xiao Yu sejenak lalu menjawab.
"Baiklah kalau begitu, kita akan pergi melihatnya sekarang," jawab Ba Fei sambil berjalan menuju laut. Ia teringat akan Roda Pemutar, dan percaya bahwa dengan menggunakan benda itu sebagai sarana perjalanan, waktu yang dihabiskan akan jauh lebih hemat.
"Xiao Yu, kapan kau bisa tumbuh dewasa?" Ling Yue menggandeng tangan Xiao Yu dan mengikuti di belakang Ba Fei.
"Entahlah, semua ini salah kelompok makhluk itu yang memberiku sebuah lukisan gadis kecil, makanya aku berubah menjadi seperti ini. Kalau tidak... hehe, Nyonya, sebenarnya aku tadi ingin berubah wujud menjadi seperti dirimu, tetapi mereka semua tidak setuju!"
"Tidak boleh, tentu saja tidak boleh!" seru Ling Yue secara spontan. Membayangkannya saja sudah terasa menakutkan.
"Hahh, sepertinya aku baru bisa tumbuh sedikit lebih besar jika kekuatan ku meningkat satu tingkat lagi," keluh Xiao Yu.
"Tenang saja, Xiao Yu, kau pasti akan tumbuh menjadi seorang gadis besar yang cantik!" Ling Yue menghiburnya.
Percakapan di antara mereka tidak sengaja disembunyikan dari Ba Fei. Mendengar hal itu, Ba Fei pun diliputi oleh rasa terkejut sekaligus gembira.
Tidak lama kemudian, ketiganya masuk ke dalam Roda Pemutar. Roda Pemutar ini nyaris hanya pas untuk dinaiki tiga orang, untung saja Xiao Yu hanyalah seorang anak kecil, sehingga ruang di dalamnya masih tergolong cukup longgar. Demi menghemat waktu, Ba Fei dan Ling Yue bersama-sama menyalurkan energi murni ke dalam Roda Pemutar. Sesaat kemudian, Roda Pemutar melesat bagaikan anak panah yang lepas dari busurnya, melaju kencang menuju arah yang ditunjukkan oleh Xiao Yu, dan dalam sekejap mata menghilang di ufuk cakrawala yang luas tanpa batas.