Jilid Pertama Kebangkitan dalam Alam Ilusi Bab Lima Puluh Tiga Kedalaman Bawah Tanah
Bab 53: Kedalaman Bawah Tanah
“Tampaknya kita mendapatkan berkah di balik musibah,” ujar Bai Fei dengan penuh semangat.
Dalam waktu kurang dari sehari, jurus Tinju Peri Liar milik Bai Fei naik satu tingkat, sedangkan Nyonya Api dan Ye Xiuzhi juga sama-sama berhasil menembus batas kekuatan mereka.
Beberapa hari kemudian, kekuatan ketiganya meningkat pesat. Nyonya Api telah memasuki tahap awal Dewa Atas, Ye Xiuzhi pun berhasil mencapai puncak Dewa Langit, sementara Tinju Peri Liar Bai Fei telah mencapai tingkat 57, yang setara dengan tahap awal Transformasi Dunia pada aliran seni bela diri.
Benar-benar tak terbayangkan! Ketiganya sangat gembira, sampai-sampai mereka melupakan bagaimana cara keluar dari tempat itu, padahal bahaya yang tak terduga sedang perlahan mendekat.
Dua hari kemudian, kekuatan mereka tidak lagi mengalami terobosan. Ketiganya terbangun oleh suara auman yang tajam dan menggelegar.
Dengan mata batin mereka, mereka segera melihat pemandangan yang membuat bulu kuduk meremang.
Di sekitar bebatuan karang, sekumpulan makhluk tak dikenal perlahan mendekat, jumlahnya sangat banyak hingga menutupi pandangan. Setiap makhluk berukuran sebesar sebuah rumah, dan dari getaran di udara, kekuatan mereka setidaknya setara Dewa Atas.
“Saudara Bai, apa yang harus kita lakukan?” tanya Nyonya Api dengan cemas. Bersama Ye Xiuzhi, ia sama sekali tak mampu menebak kekuatan makhluk-makhluk itu.
Ketiganya saling membelakangi dan bersiap siaga. Pikiran Bai Fei berputar cepat. Jika benar-benar terpaksa, ia hanya bisa mencoba menggunakan jurus teleportasi, namun karena energi di tempat itu sangat melimpah, ia masih merasa enggan melakukannya. Ia dengan cepat memasang sebuah penghalang energi besar di sekitar mereka. Dengan kekuatannya saat ini, ia masih sanggup bertarung, hanya saja jumlah makhluk itu terlalu banyak.
“Hati-hatilah kalian berdua,” pesannya.
Melihat makhluk-makhluk itu kian mendekat, Bai Fei tahu ia tak boleh lagi ragu. Ia cepat-cepat mengaktifkan jurus menghilang dan menerobos ke tengah kawanan, membunuh cepat satu per satu. Nyonya Api dan Ye Xiuzhi hanya mendengar jeritan pilu bersahut-sahutan, memecah keheningan tempat itu.
Tak sampai sepuluh detik, Bai Fei sudah kembali ke atas karang. Sebelum tahu pasti kekuatan mereka, ia tak berani mempertaruhkan nyawa tanpa jurus menghilang.
“Saudara Bai, kau tak apa-apa?” tanya Ye Xiuzhi dengan khawatir.
“Aku baik-baik saja. Aku bahkan tak tahu makhluk apa mereka itu. Aku hanya bisa melukai, tapi tak mampu membunuhnya,” jawab Bai Fei.
Saat itu, makhluk-makhluk tersebut seperti kehilangan akal, menyerbu penghalang energi sambil meraung keras. Bahkan Bai Fei merasakan maut seolah telah memanggilnya.
“Jangan sekali-kali meninggalkan tempat ini, mereka semua memiliki kekuatan di atas Dewa Atas,” ujar Bai Fei dengan nada sangat serius. Setelah berpesan, ia bergegas menerobos keluar.
Pertarungan kali ini berlangsung hampir setengah jam. Kedua gadis itu melihat Bai Fei bergerak cepat mengitari penghalang, khawatir sekaligus menyesal karena tak bisa membantu. Tadinya mereka sempat gembira karena kekuatan bertambah, namun ternyata tetap belum cukup.
Berkat perjuangan mati-matian Bai Fei, walau tak satu pun makhluk tewas, kebanyakan sudah terluka parah, beberapa bahkan hampir tak lagi bisa bertarung. Setelah pertarungan usai, mereka mendapatkan keamanan sementara.
Kembali ke atas karang, Bai Fei nyaris kehabisan tenaga. Jika bukan karena bantuan jurus “Pohon Kering Menyambut Musim Semi” milik Ye Xiuzhi, ia tak tahu apakah mampu kembali bertarung dalam waktu singkat.
Untungnya, makhluk-makhluk itu hanya mengandalkan kekuatan kasar tanpa kecerdasan. Jika saja mereka bisa mengatur strategi, sudah lama mereka bertiga ditaklukkan dengan mudah.
Saat pertarungan kembali dimulai, Bai Fei menerobos masuk lagi. Ye Xiuzhi segera memulihkan energi, sementara Nyonya Api mengeluarkan jurus “Kebahagiaan Melambung ke Langit”, menciptakan bayangan ilusi untuk mengurangi tekanan Bai Fei.
Pertarungan seperti itu berlangsung dua hari penuh. Kekompakan mereka semakin terasah.
Mereka sangat menyesal, meski kini tak lagi terancam nyawa, namun di tempat sekaya ini, bukannya bisa berlatih, malah harus terus bertarung menghadapi gelombang demi gelombang musuh.
Untungnya, keadaan itu tidak berlangsung selamanya. Tiga hari kemudian, kekuatan Bai Fei justru menembus batas karena pertarungan tiada henti. Setelah menelan Pil Transformasi Dunia untuk menstabilkan tingkatannya, ia kembali ke pertempuran. Peningkatan kekuatan tidak hanya membuatnya lebih kuat, bahkan makhluk-makhluk itu mulai merasa takut. Akhirnya, untuk pertama kali, Bai Fei berhasil membunuh seekor makhluk sebesar rumah hingga tuntas. Sejak itu, kawanan itu mulai mundur dengan enggan, lalu menghilang di permukaan air yang tak berujung.
“Saudara Bai, apa itu?” tanya Nyonya Api terkejut melihat Bai Fei membawa seonggok daging berdarah.
“Aku pun tak tahu makhluk apa ini. Setelah kuselidiki, mereka tak punya inti sihir atau pil kekuatan. Benar-benar sia-sia. Satu-satunya yang bisa kita lakukan hanya memakan dagingnya,” jelas Bai Fei.
Ia memasak sepotong besar daging itu dengan energi dalam, lalu membaginya menjadi tiga bagian. “Ayo, kalian coba juga.”
Nyonya Api dan Ye Xiuzhi menerima tawarannya, masing-masing mencicipi.
Daging makhluk itu sangat panas, seolah mengandung unsur tertentu. Tak berapa lama setelah memakannya, darah mereka terasa menggelegak. Ye Xiuzhi, yang berbakat unsur kayu, bisa menetralkan dengan meditasi, tapi saat melihat keadaan Nyonya Api, ia jadi panik. Nyonya Api tampak kebingungan, tubuhnya memancarkan hawa panas. Ye Xiuzhi cepat-cepat menahannya, merasakan tubuh Nyonya Api seperti gunung api. Melihat Bai Fei, ia juga jadi gugup. Bai Fei, berkat formasi Lima Unsur di tubuhnya, mampu mengendalikan api nafsu di hatinya, tak sampai kehilangan kendali seperti Nyonya Api. Namun hawa panas yang mengalir ke dalam dirinya tetap sulit ditahan.
Ye Xiuzhi melihat Bai Fei mendekati mereka dengan tatapan membara. Hatinya gugup, ia menggigit bibir dan mendorong Nyonya Api ke arah Bai Fei.
Begitu bersentuhan dengan tubuh Nyonya Api, Bai Fei nyaris kehilangan kesadaran. Ia buru-buru menelan beberapa Pil Penenang. Saat itu, Nyonya Api sudah tak sadar. Jika ia juga tak mampu mengendalikan diri, Formasi Lima Unsurnya bisa membahayakan Nyonya Api. Melihat keadaan terkendali, Ye Xiuzhi segera menyalurkan energi kayunya membantu Bai Fei menyelamatkan Nyonya Api.
“Nyonya Api, cepat kendalikan pikiranmu, gunakan kesempatan ini untuk menerobos!”
Begitu kesadarannya pulih, Nyonya Api mendengar seruan Bai Fei. Ia pun segera berkonsentrasi, menyerap dan mengolah energi Lima Unsur yang disalurkan Bai Fei. Tak lama kemudian, ia menembus beberapa tingkatan sekaligus, akhirnya berhenti di puncak Dewa Atas. Bai Fei baru memutus aliran energi setelah memastikan Nyonya Api sudah tak bisa menembus lebih jauh. Berkat perpaduan energi api milik Nyonya Api, kekuatannya pun bertambah satu tingkat.
Setelah melewati ujian berat itu, hubungan ketiganya kian erat.
“Semua ini salahmu, Saudara Bai!” Nyonya Api sedikit mengomel.
“Apa yang salah?” tanya Bai Fei.
“Kenapa kau beri kami makan daging itu?”
“Aku juga tidak tahu kalau daging itu... eh, aneh juga, Nona Ye tak kenapa-kenapa setelah makan.”
“Iya, betul juga. Adik, kau benar-benar tak apa-apa?”
“Aku... aku baik-baik saja.”
“Ngomong-ngomong, aku baru saja berpikir, sebaiknya kita segera pergi dari sini. Aku khawatir makhluk-makhluk itu akan memanggil bala bantuan. Kalau sampai itu terjadi, kita akan dalam masalah besar. Meski tidak terancam nyawa, kita juga takkan bisa tenang untuk berlatih. Lebih baik kita cari tempat yang lebih aman.”
Nyonya Api dan Ye Xiuzhi sudah lama memercayai keputusan Bai Fei. Mereka serentak mengangguk setuju.
Bai Fei mengeluarkan Piring Putar yang dulu didapat dari pelelangan. Ruang di dalamnya tidak luas, cukup untuk dua orang dengan nyaman, tapi bertiga meski agak sempit, masih bisa digunakan. Setelah Nyonya Api dan Ye Xiuzhi masuk, Bai Fei membangun penghalang energi di sekeliling piring itu, lalu melompat masuk.
Piring Putar itu digerakkan dengan energi dalam. Saat ini, Bai Fei yang paling kuat, energi melimpah, Nyonya Api yang kekuatannya meningkat pesat juga bisa membantu, sedangkan Ye Xiuzhi meski tingkatannya lebih rendah, jurus “Pohon Kering Menyambut Musim Semi” menjadi andalan. Lagipula, Bai Fei membawa banyak batu kristal. Jika energi dalam benar-benar habis, batu itu pun bisa digunakan. Namun, selama tak terpaksa, ia enggan memboroskan kristal.
Ternyata Bai Fei benar. Lima hari setelah mereka pergi, makhluk-makhluk aneh itu kembali ke karang bersama bala bantuan yang lebih kuat. Seandainya Bai Fei dan kawan-kawan masih di sana, mereka pasti ketakutan. Di antara bala bantuan itu, samar-samar terdengar suara manusia. Entah makhluk-makhluk itu sudah mendapatkan kecerdasan, atau memang ada tokoh kuat yang bersembunyi di antara mereka. Sayangnya, tak ada yang tahu. Sampai waktu yang sangat lama kemudian, saat Bai Fei kembali dengan kekuatan mutlak, barulah ia mengungkap rahasia tempat itu. Namun, itu cerita lain.
Saat ini, Bai Fei dan kawan-kawan telah pergi jauh, sehingga jejak mereka sama sekali tak terdeteksi. Setelah mencari tanpa hasil, makhluk-makhluk itu pun pergi.
Dengan pasokan energi yang cukup, kecepatan Piring Putar itu sungguh luar biasa. Sepanjang perjalanan, banyak benda asing melintas di depan mereka, namun karena kecepatannya sangat tinggi, bahaya pun seolah lenyap sebelum sempat mendekat.
Dalam perjalanan itu, Bai Fei dikejutkan oleh kemunculan sebuah istana raksasa. Seharusnya, dengan kecepatan Piring Putar, ia tak mungkin melihat sesuatu yang aneh, tapi istana ini benar-benar terlalu besar. Dari mulai terlihat sampai akhirnya hilang di pandangan, butuh beberapa detik walaupun piring itu melaju sangat cepat.
Ia membatin, istana misterius itu pasti menyimpan rahasia besar. Namun, untuk saat ini, ia benar-benar tak berani mendekat. Bahaya di bawah air amat banyak, dengan kekuatan yang ada, mustahil untuk dihadapi. Jika ia celaka, Nyonya Api dan Ye Xiuzhi pun takkan punya harapan hidup. Ia tahu bahwa bertindak gegabah adalah bencana. Ia hanya mencatatnya dalam hati, kelak jika sudah menjadi benar-benar kuat, ia pasti akan kembali untuk mengungkap rahasia di dalamnya.