Bab Empat Puluh Tujuh: Berpura-pura Menjadi Pacar Chen Ling
Keesokan paginya, Liu Qing segera mengumpulkan seluruh karyawan perusahaan untuk rapat.
“Ada kabar baik untuk kalian semua. Mulai sekarang, perusahaan kita akan mendapat suntikan dana investasi yang tidak ada habisnya, jadi kita harus segera bergerak. Rencana yang kemarin sudah aku minta, apa sudah kalian siapkan?” Liu Qing membuka pembicaraan.
Mendengar bagian pertama dari ucapannya, semua orang tampak sangat bersemangat. Namun, setelah mendengar bagian selanjutnya, beberapa orang justru memasang wajah muram.
Chen Ling dan Su Yurou menyerahkan rancangan yang telah mereka buat kepada Liu Qing.
Setelah melihatnya, Liu Qing langsung melemparkan berkas ke meja dengan marah, “Kalian pikir bisa menipuku dengan ini? Rancangannya tidak layak, buat ulang!”
Chen Ling merasa sangat tertekan dan tidak terima, “Ini jelas-jelas kau mempersulitku! Apa yang salah dengan rancanganku?”
“Rancanganmu terlalu kuno, langkah-langkahnya tidak berarti dan jika dilaksanakan juga tidak ada gunanya. Kau lebih baik keluar ke pinggir jalan dan berteriak-teriak, itu pun lebih baik daripada ini!” Liu Qing membalas dengan kesal.
“Dengan situasi perusahaan kita sekarang, mana mungkin bisa terjun ke dunia internet? Orang biasa saja di rumah belum tentu punya komputer, jadi promosi online itu omong kosong. Selain itu, kita juga harus menanggung risiko penumpukan barang. Menurutku, lebih baik kita buat platform saja, undang para pedagang datang ke tempat kita untuk berjualan, tunggu pelanggan membeli. Bukankah itu lebih baik?” Chen Ling mendengus dingin.
Mendengar pendapat Chen Ling, Liu Qing sempat terdiam. Bukankah yang dikatakan Chen Ling itu mirip dengan konsep toko online besar di masa depan? Ternyata sebenarnya Chen Ling punya pemikiran yang bagus. Sebenarnya, beberapa bagian dari rancangan yang diajukan Chen Ling pun cukup layak, hanya saja biaya yang dibutuhkan terlalu besar sehingga Liu Qing tidak ingin mempertimbangkannya. Chen Ling memang sebenarnya cukup baik.
“Itu memang ide yang bagus dan sangat segar, tapi sudah ada yang melakukannya!” jawab Liu Qing datar.
“Sudah ada? Sudah beredar di pasaran? Kenapa aku belum pernah dengar?” tanya Chen Ling heran.
“Memang sudah ada yang melakukannya, seorang bermarga Ma. Jadi kita harus punya perbedaan dengan dia. Walaupun di awal biaya dan waktu yang kita keluarkan sedikit, tapi butuh waktu lama untuk membangun kepercayaan dan mengumpulkan pengguna. Itu bukan pekerjaan sehari dua hari, jadi untuk sementara aku tidak akan mempertimbangkan ide itu,” Liu Qing menolak rancangan itu tanpa ragu.
“Kalau kau memang sehebat itu, kenapa tidak buat sendiri? Setiap hari cuma minta kami buat rancangan!” Wang Peng tak tahan dan menggerutu.
Mendengar perkataan Wang Peng, wajah Liu Qing langsung berubah muram. Dengan marah ia membentak Wang Peng, “Kalau aku kerjakan sendiri, untuk apa kalian di sini? Di mana rancangannmu?”
“Tidak buat!” Wang Peng memang sejak kemarin tak menghiraukan permintaan Liu Qing, dan malah pergi minum-minum bersama teman-temannya. Rancangan pun tidak disentuh sama sekali.
“Bagus, sangat bagus. Aku umumkan sekarang, silakan ke bagian personalia ambil gaji dan keluar!” Liu Qing tak mampu menahan diri.
Wang Peng yang juga sudah emosi langsung berdiri dan membanting meja, memaki, “Kau pikir kau itu siapa? Kau suruh aku keluar, ya aku keluar? Bos besar saja belum bicara, kau sok berkuasa!”
“Sikap kerja sepertimu, sepuluh kali dipecat pun masih kurang. Cepat angkat kaki, atau akan aku suruh orang mengusirmu keluar!” Liu Qing menunjuk Wang Peng dengan marah.
“Qing, untuk apa marah sebesar itu? Menurutku kau terlalu keras pada karyawan. Rancangan Chen Ling tadi menurutku sudah cukup baik. Soal Wang Peng, biar aku yang menegurnya. Tak perlu sampai dipecat, bukan?” kata Meng Dafu akhirnya tak tahan juga.
Setelah kejadian kemarin, Meng Dafu semakin tinggi hati. Banyak perusahaan besar yang kini berusaha menggandengnya, padahal semua itu berkat Liu Qing. Namun, Meng Dafu mulai merasa Liu Qing bertindak terlalu jauh, seolah-olah dirinya adalah pemilik perusahaan. Ia pun sudah beberapa kali tidak sejalan dengan Liu Qing, dan Wang Peng serta Zhang Ping juga sering membisiki telinganya, membuatnya makin tidak puas dengan Liu Qing.
“Eh, menurutku memang benar apa kata Direktur Liu. Rancanganku memang kurang baik, soalnya biaya dan waktu yang dibutuhkan di awal terlalu besar. Aku takut perusahaan tidak sanggup bertahan!” Chen Ling buru-buru menengahi.
“Tak perlu khawatir, perusahaan kita sudah mendapat banyak investasi. Aku bilang pakai rancangan ini, ya pakai rancangan ini!” kata Meng Dafu memutuskan.
Liu Qing memandang Meng Dafu dengan kesal, lalu menggigit bibir dan berkata, “Direktur Meng, maksudmu apa? Bukankah sudah disepakati bagian perencanaan dan operasional perusahaan aku yang bertanggung jawab? Aku bilang rancangan Chen Ling tidak layak, berarti memang tidak layak!”
“Memecat orang juga bukan tugasmu, kan? Bukankah itu sudah keluar dari wewenangmu?” balas Meng Dafu enteng.
“Orang seperti dia, kerja tidak pernah benar, bahkan suka menggoda rekan kerja. Bukankah pantas dipecat?” Liu Qing membentak.
“Liu Qing, sebaiknya kau hati-hati bicara. Siapa yang menggoda rekan kerja? Aku rasa malah kau, setiap hari bersembunyi di kantor dengan dua wanita itu, ngapain saja? Lagi pula, kudengar malah akhir-akhir ini kau cuma main game, pekerjaan semua dikerjakan orang lain. Kau sendiri juga tidak kerja!” Wang Peng balik menyerang.
“Aku sudah bilang, sekarang kau boleh angkat kaki, atau kau mau aku panggil satpam untuk mengusirmu?” Liu Qing berdiri dengan marah, menatap Wang Peng.
Saat itu, Meng Dafu perlahan berdiri dan berkata kepada semua orang, “Untuk ke depannya, kita pakai saja rancangan dari Chen Ling. Soal Wang Peng, aku akan menegurnya sendiri. Direktur Liu, kau terlalu emosional. Menurutku, rapat ini tidak perlu lagi dilanjutkan, cukup sampai di sini!”
Mendengar ucapan itu, Liu Qing sangat marah. Ia menyadari, Meng Dafu kini ingin membuangnya setelah merasa tidak membutuhkan dirinya lagi, perlahan-lahan merebut kekuasaan dan mengurangi perannya.
Kembali ke kantor, Liu Qing marah dan melempar semua berkas di sampingnya ke lantai. Chen Ling segera menuangkan segelas air untuk menenangkannya, “Untuk apa marah di usia semuda ini? Kau toh hanya wakil pemilik perusahaan, jangan terlalu emosional. Tadi saja kau sudah membuat Direktur Meng malu, sekarang beliau sudah tidak terlalu suka padamu!”
“Dia bukan tidak terlalu suka, tapi sangat tidak suka. Aku sudah melihat, dia ingin menyingkirkanku!” Liu Qing mendengus dingin.
“Kau memang terlalu menonjol, jadi dia merasa tertekan. Wajar saja kalau dia kesal!” Chen Ling tersenyum.
“Sudahlah, terserah saja. Aku memang tidak berniat mengurusi perusahaan ini, toh dua bulan lagi aku juga akan pergi. Tak usah pusing lagi!” Liu Qing menghela napas. Beberapa hari ini, Meng Zihan juga tak menghubunginya, kemungkinan sudah memutuskan untuk tidak berurusan lagi dengannya. Kalau begitu, hubungannya dengan Meng Dafu juga cukup sampai di sini.
Akhirnya tiba hari Minggu. Hari itu, Chen Ling sengaja mendandani Liu Qing, bahkan membelikannya dua stel pakaian baru, meski uangnya dari Liu Qing sendiri.
“Kau sebenarnya mau apa?” tanya Liu Qing tak tahan.
“Nanti, aku akan bertemu calon pasangan yang dijodohkan keluargaku. Kau hanya perlu mengaku sebagai pacarku, ingat, jangan sampai ketahuan. Tolong bantu aku, ya!” kata Chen Ling.