Bab 15: Orang Berjiwa Ganda
Sial! Aku benar-benar tak menyangka, sampai di detik terakhir, Bayi Hantu itu masih melancarkan siasat seperti ini padaku.
Apakah ini balasan karena aku telah melanggar pantangan terbesar dalam seni membaca tulang?
Meski tubuhku belum menunjukkan reaksi aneh yang berarti, aku sangat paham betapa kuatnya dendam roh jahat sesaat sebelum hancur lebur. Kalau sudah terjerat oleh hal semacam itu, pasti takkan membawa kebaikan!
Mumpung tubuhku belum terasa ada yang aneh, aku segera mengusir salah satu roh Lin Jiaqi.
Ibu Li Xinyu juga keluar dari kamar.
Wajahnya penuh bekas air mata, tanpa berkata apa-apa, ia langsung memeluk Li Xinyu erat-erat.
Melihat begitu, sepertinya setelah kejadian ini, hubungan ibu dan anak itu bisa kembali baik seperti semula.
Karena tahu aku sudah tak diperlukan di sana, aku pun membereskan barang-barang dan langsung meninggalkan rumah mereka.
Baru saja aku sampai di bawah, ponselku berdering, panggilan dari Li Xinyu.
"Zhou Lang, terima kasih banyak kali ini. Kalau ada waktu, kita bisa makan dan nonton film bersama," katanya.
Apa Li Xinyu sedang mengajakku berkencan?
Sayangnya, aku sudah tak punya minat lagi padanya.
"Kau tak perlu berterima kasih. Kau bayar, aku bekerja, itu wajar saja," jawabku datar.
Di ujung telepon, kudengar ia menghela napas pelan, lalu dengan suara agak kecewa berkata, "Kalau begitu, berapa tarifnya? Akan kutransfer sekarang juga."
Nah, pertanyaan ini benar-benar membuatku bingung.
Aku tahu Yang Yuan menghasilkan uang lumayan sebagai pembaca tulang, tapi soal tarif, ia selalu merahasiakannya dariku. Jadi, aku benar-benar tak tahu harus minta berapa.
Setelah ragu sejenak, aku berkata, "Meski kita teman sekelas, aku tetap harus dibayar. Apalagi urusan kali ini memang sangat berbahaya. Beri saja aku dua ribu."
Aku pun tak yakin, jumlah itu banyak atau sedikit.
Namun, kubilang pada diriku sendiri, demi Li Xinyu aku sudah melanggar pantangan berat. Dendam yang menempel padaku ini entah bagaimana cara menanganinya. Jadi, dua ribu itu sangat layak.
"Baik, akan segera kutransfer," kata Li Xinyu dan langsung menutup telepon. Dua menit kemudian, notifikasi transfer dua ribu masuk ke rekeningku.
Pertama kali menangani urusan sendiri dan langsung dapat dua ribu, harusnya aku senang.
Tapi memikirkan dendam Bayi Hantu yang menempel di tubuhku, aku sungguh cemas sampai tak bisa tersenyum.
Sesampainya di rumah, aku menelepon Yang Yuan.
Begitu mendengar penjelasanku, Yang Yuan langsung memarahiku.
"Dasar bocah, apa kau merasa umurmu terlalu panjang? Kau kira tiga pantangan utama itu hanya omong kosong? Berani-beraninya melanggar dua sekaligus!"
"Kalau dukun biasa, dendam itu masih bisa perlahan dimurnikan, mungkin takkan berdampak besar. Tapi kau beda, kau anak kelahiran gelap, dan saat lahir bertepatan dengan darah yang membasahi tiga roh. Darah itu unsur terang, roh itu unsur gelap. Terang dan gelap bentrok, makanya tubuhmu lemah dan sering sakit. Aku sudah lakukan banyak cara supaya keseimbangan tubuhmu terjaga. Sekarang, kau malah mengisap dendam Bayi Hantu, keseimbangan itu jadi kacau!"
Mendengar penjelasan Yang Yuan, aku baru sadar, akibatnya jauh lebih serius dari yang kukira.
Bahkan, aku merasa mungkin masuknya dendam Bayi Hantu ke tubuhku bukan kebetulan, ada yang sudah merencanakannya sejak awal?
Jika memang ada yang merancang ini, siapa gerangan orang itu?
"Lalu... apa yang harus kulakukan?" tanyaku pada Yang Yuan dengan nada bersalah.
"Lalu mau apa lagi? Tinggal menunggu mati!" jawabnya ketus.
"Guru, aku muridmu sendiri, mana boleh kau biarkan aku mati begitu saja," rintihku, "Kapan selesainya urusanmu, kapan kau bisa pulang menolongku?"
"Oh, hampir lupa memberitahumu. Kurasa aku sudah cukup dapat uang, kau juga sudah lulus. Aku baru saja beli mobil off-road, mau keliling dunia. Mulai sekarang, kalau tak ada apa-apa, jangan cari aku. Kalau ada masalah, lebih baik jangan cari aku," katanya tanpa ragu.
Sial!
Aku sudah begini, dia masih tega meninggalkanku untuk keliling dunia?! Benar-benar, soal urusan manusia, Yang Yuan memang tak pernah peduli!
"Kau tega membiarkanku mati begitu saja?" tanyaku menahan amarah.
"Mati apanya? Tak secepat itu. Dendam itu hanya akan bikin energi terang dan gelap di tubuhmu kacau, tubuhmu makin lemah. Dalam satu-dua tahun, kau takkan mati. Tapi setelah dua tahun, siapa yang tahu?" Ia menghela napas.
Meski biasanya Yang Yuan terlihat santai dan sembrono, sebenarnya ia sangat peduli padaku.
Melihat reaksinya yang begitu tenang, berarti masih ada harapan untukku.
Tapi jelas, mengandalkan Yang Yuan untuk menyelamatkanku sudah mustahil. Kalau mau hidup, aku harus berusaha sendiri.
"Kalau begitu, apa yang harus kulakukan supaya bisa selamat?"
"Carilah seseorang dengan keseimbangan terang dan gelap, tukar tulang tak kasat mata, baru bisa mengubah nasib."
Begitu kata Yang Yuan, lalu menutup telepon.
Tulang tak kasat mata itu aku tahu, tapi orang dengan keseimbangan terang dan gelap itu maksudnya apa?
Aku benar-benar tak mengerti, jadi kucoba menelepon Yang Yuan lagi.
Tapi ternyata, ia sudah mematikan ponsel.
Dasar, benar-benar guru sejatiku, satu kalimat pun tak mau menjelaskan!
Orang dengan keseimbangan terang dan gelap, apa sebenarnya maksudnya?
Orang mati itu gelap, yang hidup itu terang.
Perempuan itu gelap, laki-laki itu terang.
Jadi, orang seperti itu maksudnya bukan laki-laki, bukan perempuan, atau bukan mati, bukan hidup?