Bab 62: Keanehan pada Tubuh, “Efek Samping” dari Ilmu Bela Diri
Setelah Yun Fei pergi, orang-orang yang sejak tadi menonton mulai mendekat satu per satu.
"Ah, benar-benar zaman di mana penampilan menentukan segalanya. Ternyata bahkan untuk menolong orang pun harus tampan dulu!"
"Tak ada cara lain, memang begitulah masyarakat sekarang. Hanya yang tampan yang bisa menonjol!"
"Sungguh menyedihkan. Tak kusangka, anak laki-laki berbakat sepertiku ternyata tetap kalah dengan wajah tampan seperti itu. Rasanya ingin menangis..."
Kehebohan di kantin pun perlahan mereda. Bagi sebagian besar orang, peristiwa itu hanya semakin menegaskan keyakinan bahwa dunia ini memang mementingkan penampilan. Tak banyak hal baru yang didapatkan.
Justru Yun Fei yang merasa ada sesuatu yang aneh. Lewat kejadian tadi, ia mulai menyadari adanya sisi gelap yang tersembunyi di balik dunia yang tampaknya biasa saja ini.
Saat itu, ia sudah meninggalkan sekolah dan kembali ke kamar kontrakannya.
"Selamat malam, Ibu Kost!"
"Oh, hai, baru pulang sekolah?"
"Iya, baru saja."
Ketika melewati lantai satu, Yun Fei menyapa singkat ibu kost yang sedang duduk di situ. Sebenarnya ia ingin mengobrol lebih lama, tapi ibu kost tampak sibuk menenangkan anak kecil, jadi Yun Fei hanya bisa berlalu dengan ekspresi sedikit aneh.
Begitu tiba di kamar, ia merasa tubuhnya panas dan tenggorokannya kering. Yun Fei mengambil sebotol air mineral, meneguknya dalam-dalam hingga rasa panas itu sedikit mereda.
Tentu saja, ini bukan sepenuhnya salahnya. Sebagai pemuda yang sehat, wajar jika muncul reaksi seperti itu. Kalau tidak, justru itu yang tak normal.
Namun, tetap saja, ia merasa ada yang tak beres. Biasanya ia punya kendali diri yang kuat, tapi hari ini reaksinya agak berlebihan.
Aneh, belakangan ini kenapa aku jadi sulit menahan diri? Harusnya tidak begini, pikir Yun Fei, sedikit gelisah.
Ia merasa ada yang berubah dalam dirinya belakangan ini. Sejak berlatih ilmu bela diri rahasia itu, fisiknya memang jauh lebih kuat, tapi tubuhnya justru jadi sangat sensitif.
Kini, darah dan energinya mengalir deras, melebihi orang biasa. Dalam kondisi normal, itu tentu baik. Namun, tanpa keseimbangan, justru jadi masalah—panas yang berlebihan dalam tubuhnya bisa membahayakan kesehatannya jika dibiarkan terus-menerus.
Bukan pertanda baik. Apa ini efek samping dari latihan bela diri itu? Yun Fei mengernyit, merenung.
Ia tahu, bagi kebanyakan orang, ini mungkin justru hal yang menguntungkan. Namun, situasi yang dihadapinya berbeda.
Alih-alih menjadi kelebihan, justru kini jadi masalah yang sulit dipecahkan. Benar-benar merepotkan...
Yun Fei merasa semuanya di luar dugaannya. Ia bukan tipe pria yang sembarangan. Jika harus mencari perempuan sekadar untuk menyeimbangkan tubuh, itu jelas bukan caranya.
Tak disangka, berlatih ilmu bela diri ternyata membawa masalah baru. Sudahlah, lebih baik untuk sementara tak dipikirkan.
Mungkin, aku harus segera cari pacar. Ya... mungkin, gadis di kantin tadi...
Siluet seorang gadis cantik tiba-tiba muncul di benaknya, membuat hatinya bergetar aneh.
Tiba-tiba, ponsel Yun Fei yang tergeletak di atas meja berdering keras.
Hm? Ia melirik layar, muncul nomor yang terasa cukup familiar.
"Kenapa dia tiba-tiba meneleponku?"
"Haruskah kuangkat? Atau jangan-jangan ada urusan penting?"
Yun Fei mengerutkan dahi, berpikir dalam hati. Sepertinya, penelepon itu adalah seseorang yang dikenalnya.