Bab 125: Menguji Pedang
Bab 125: Menguji Pedang
"Tadi proses pemahamanmu terganggu, dampaknya cukup besar. Kau harus merenung kembali agar tidak meninggalkan efek samping," pesan Tuan Jiwa.
Jalan menuju kultivasi tidak boleh ceroboh. Jika fondasi tidak kokoh, dampaknya akan sangat besar di kemudian hari. Ye Chen memahami hal itu dengan baik, ia pun memejamkan mata dan mulai berlatih.
Pembantaian! Kehancuran! Kekuatan! Kelembutan!
Keempat pedang itu telah terpatri dalam di benaknya. Bahkan tanpa harus pergi ke Paviliun Pedang, ia cukup mengingat dan mendalami maknanya.
Di dalam Paviliun Pedang, Feng Wujian telah duduk bersila selama tiga hari tanpa bergerak sedikit pun. Pemuda berbaju ungu juga duduk diam di sampingnya tanpa mengeluarkan suara.
"Apakah ada yang salah?" Feng Wujian tiba-tiba membuka mata, mengerutkan kening, dan bergumam pada dirinya sendiri.
Pemuda berbaju ungu membuka mata dan menatap Feng Wujian, "Apa yang salah?"
"Aku jelas merasakan bahwa keempat pedang ini luar biasa, tetapi aku selalu gagal memahaminya! Apakah arah pemahamanku yang keliru?" Feng Wujian menatap dalam-dalam guratan pedang di dinding, tenggelam dalam pemikiran yang mendalam.
"Pelan-pelan saja, tidak perlu terburu-buru," sahut pemuda berbaju ungu dengan senyum tipis.
Feng Wujian kembali memejamkan mata dan mulai merenung. Setelah sekian lama, ia tiba-tiba membuka mata dengan kilatan cahaya pedang yang tajam! Cahaya itu membawa hawa pembantaian yang pekat.
"Sudah paham?" Pemuda berbaju ungu tertegun sejenak.
Di gua kecil di atas gunung, tubuh Ye Chen diselimuti aura pedang. Empat niat pedang—pembantaian, kehancuran, kekuatan, dan kelembutan—terus berganti, kian menguat dan menciptakan aura yang semakin mengerikan.
DUAR!
Sebuah ledakan keras terdengar hingga membuat gunung bergetar. Aura pedang yang dahsyat berubah menjadi pusaran pedang yang membubung ke langit.
"Pedang Pembantaian!"
Ye Chen meraung rendah. Pusaran pedang itu seketika memancarkan niat membunuh. Di bawah pengaruh niat pedang ini, dunia seolah berubah menjadi medan pertempuran yang mencekam.
"Pedang Kehancuran!"
Satu tebasan dilepaskan, langit dan bumi hancur, tak terbendung!
"Pedang Kekuatan!"
"Pedang Kelembutan!"
Ye Chen terus meraung. Aura pedangnya terus berubah, setiap niat pedang begitu dahsyat hingga segala sesuatu di sekitarnya musnah menjadi ketiadaan.
"Tujuh hari, butuh tujuh hari penuh untuk benar-benar memahami keempat pedang ini!" Wajah Ye Chen dipenuhi rasa puas. Ini adalah kekuatan terkuat yang bisa ia tunjukkan sejauh ini.
"Sangat bagus. Ini adalah jurus mematikan yang hebat. Dengan keempat pedang ini, membunuh praktisi tingkat pertama Alam Fondasi jauh lebih mudah daripada sebelumnya," Tuan Jiwa tertawa puas.
"Aura pedang yang sangat kuat tadi, siapa yang berlatih di sini?"
Empat pedang Ye Chen mengejutkan banyak orang. Seketika, muncul banyak sosok di sekitar tempat itu. Ye Chen muncul di puncak gunung, menatap tujuh orang yang berada di dekatnya; empat di antaranya berada di tingkat pertama Alam Fondasi, sisanya berada di puncak tingkat kesembilan Alam Pemurnian Qi.
"Apakah tadi kau yang berlatih?" seorang pemuda berjubah hijau menatap Ye Chen dengan tajam.
"Ada urusan apa?" jawab Ye Chen datar.
Sikap Ye Chen membuat pemuda berjubah hijau mengerutkan kening. Seorang praktisi puncak tingkat kesembilan Alam Pemurnian Qi tidak takut padanya, bahkan nada bicara dan sikapnya menunjukkan bahwa ia sama sekali tidak menganggapnya serius.
Siapa pun yang bisa mencapai Alam Fondasi di usia ini tentu dianggap sebagai jenius dan kebanggaan langit yang memiliki harga diri tinggi. Bagaimana mungkin ia bisa menerima sikap seperti itu dari seseorang di tingkat Pemurnian Qi?
"Kau tahu kau telah menggangguku?" pemuda berjubah hijau menegakkan alisnya, berkata dengan dingin.
"Apakah ini wilayahmu? Atau apakah kau begitu pengecut sehingga hal sekecil ini sudah mengganggumu?" raut wajah Ye Chen pun mendingin.
"Keparat!" bentak pemuda berjubah hijau. "Berani-beraninya kau bicara begitu padaku! Sekarang, berlututlah dan mohon ampun, mungkin aku akan mengampuni nyawamu!"
"Berlutut?" Ye Chen mencibir. "Apa kualifikasimu!"
"Apa kualifikasiku?" Pemuda berjubah hijau tertawa murka. "Hanya karena aku berada di tingkat pertama Alam Fondasi, sementara kau hanyalah semut di tingkat kesembilan Alam Pemurnian Qi, apakah itu belum cukup?"
Orang-orang di sekitar ikut mencibir. Seorang praktisi tingkat kesembilan Alam Pemurnian Qi berani menantang praktisi Alam Fondasi, benar-benar tidak tahu diri.
"Tentu saja tidak cukup!" Ye Chen membalas dengan dingin.
Wajah pemuda berjubah hijau menggelap, ia berteriak marah, "Kalau begitu, aku akan tunjukkan apakah itu cukup atau tidak! Karena kau mencari mati, aku akan mengabulkannya!"
"Karena kau begitu rela menjadi objek uji pedangku, maka aku akan melayanimu!" Wajah Ye Chen sedingin es, tatapannya tajam bagaikan pedang yang mampu menembus segalanya.
"Uji pedang? Seorang praktisi Alam Pemurnian Qi berani sombong!" seorang pemuda tingkat pertama Alam Fondasi mencibir.
"Tidak tahu diri!" yang lain menatap dengan dingin, tidak sedikit pun mengira Ye Chen memiliki peluang untuk selamat.
"Mati!" Pemuda berjubah hijau berteriak keras, mengayunkan pedangnya. Cahaya pedang yang dahsyat melesat kencang.
"Akan kutunjukkan padamu bagaimana cara membunuh dengan pedang!" Tatapan Ye Chen setajam pedang, ia berteriak, "Pedang Pembantaian!"
Seketika, seluruh tubuh Ye Chen meledak dengan aura pedang yang mengerikan. Satu tebasan dilepaskan, aura pembantaian yang mencekam menyelimuti suasana, membuat siapa pun merasa seolah berada di dunia yang penuh pertumpahan darah.
DUAR!
Tebasan itu mendarat, aura pedang pemuda berjubah hijau hancur seketika tanpa perlawanan, sementara niat pedang yang mengerikan terus menyapu.
Wajah pemuda berjubah hijau berubah pucat pasi, hawa pembantaian itu membuatnya gemetar ketakutan.
"Bunuh!" pemuda berjubah hijau meraung, berusaha mengusir rasa takut di hatinya, "Teknik Riak Air!"
Udara seketika memadat membentuk riak air yang tak terhitung jumlahnya, berkumpul menjadi aliran sungai yang menghantam ke arah Ye Chen dengan kekuatan dahsyat.
"Pedang Kehancuran!"
Ye Chen kembali meraung, satu tebasan lagi dilepaskan. Aura kehancuran menyelimuti, seolah segala sesuatu harus musnah di bawah pedang ini. Aliran sungai itu pecah berantakan, tidak mampu menahan serangan Ye Chen yang menakutkan.
Wajah pemuda berjubah hijau berubah drastis, ia kembali meraung dan melepaskan seluruh kekuatan spiritualnya dengan liar!
"Mati!"
Pemuda berjubah hijau mengayunkan pedangnya, cahaya pedang melesat bagaikan binatang buas yang mengaum ke arah Ye Chen.
"Pedang Kekuatan!"
Ye Chen mengayunkan pedangnya sekali lagi. Serangan ini murni kekuatan, menghancurkan segalanya dengan momentum tak terbendung. Serangan pemuda berjubah hijau itu sama sekali tidak mampu menahannya sedikit pun.
"Pedang Kelembutan!"
Ye Chen melepaskan satu tebasan lagi. Serangan ini tidak semenakutkan tiga serangan sebelumnya, terasa seperti hembusan angin sepoi-sepoi yang berlalu tanpa suara.
JLEB!
Namun, serangan yang begitu lembut itu justru membuat beberapa luka pedang muncul di tubuh pemuda berjubah hijau, darah segar pun menyembur keluar.
JLEB!
Pemuda berjubah hijau membelalakkan matanya, menatap Ye Chen dengan tidak percaya, lalu menyentuh tenggorokannya yang terasa panas dan terus mengeluarkan darah.
Semua orang yang hadir terpaku. Mereka menyaksikan pemuda berjubah hijau itu perlahan tumbang.
"Dia benar-benar membunuh Wan Liu..."
"Empat pedang! Dia membunuh seorang ahli tingkat pertama Alam Fondasi hanya dengan empat tebasan..." Para praktisi puncak tingkat kesembilan Alam Pemurnian Qi itu benar-benar tercengang.
Padahal sama-sama berada di puncak tingkat kesembilan Alam Pemurnian Qi, mengapa perbedaan kekuatannya bisa begitu jauh?