Bab 67: Sebuah Berkas
“Tunggu saja kabar dariku, ya. Shilin, kau tak perlu khawatir lagi. Orang ini pasti akan membuatmu puas.” Lin Guo’er berkata sambil tersenyum, matanya memandang wajah Liu Shilin.
Mendengar itu, Liu Shilin mengangguk, dalam hatinya ia percaya Lin Kuang akan melakukannya. Ia sendiri tak tahu mengapa, hanya saja ada perasaan aneh yang membuatnya yakin.
“Baiklah, sekarang waktunya makan siang. Ayo kita makan bersama-sama,” ucap Lin Guo’er sambil tertawa.
“Ayo, Shilin, jangan khawatir. Keluarga Han tak akan bisa mengancammu,” Lin Kuang pun menimpali dengan senyum.
Liu Shilin mengangguk, dan ketiganya pun meninggalkan ruang kantor.
Saat itu, Duoduo dan Susu sudah menyiapkan makan siang, tentu saja mereka memesan dari luar. Wajah polos Duoduo tampak sedikit kecewa, jelas sekali makian Han Qiao Qiao tadi membuatnya merasa tidak senang.
“Kemarilah, Duoduo kecil. Biar kakak cium sebentar,” ucap Lin Guo’er sambil tersenyum melihat wajah kecewa gadis itu.
Ia mendekap wajah Duoduo, dan bibir merahnya menempel hangat di pipi gadis itu.
Wajah Duoduo langsung memerah, sorot matanya dipenuhi rasa malu.
“Sudah, jangan marah lagi. Kalau anjing menggigitmu, masa kau mau menggigit balik? Besok biar Kakak Lin Kuang-mu yang membalaskan dendammu. Sekarang makanlah dengan tenang.”
Lin Guo’er berkata lembut sambil tersenyum.
Liu Shilin, Susu, dan yang lainnya pun ikut menenangkan Duoduo, hingga akhirnya suasana hati Duoduo membaik.
Saat makan siang, Duoduo dan Susu tak henti-hentinya bertanya bagaim