Bab 29: Konspirasi di Kantor Polisi
“Baik, sekarang kita bisa bicara. Bagaimana kau akan mengganti kerugianku?”
Sambil memandang Zhang Lianmei, Lin Kuang bertanya dengan nada datar.
Mendengar itu, Zhang Lianmei berusaha berdiri dari lantai. Entah orang menyebutnya wanita liar atau mengatakan ia rela menjual diri demi naik jabatan, mental wanita ini jauh melampaui Direktur Hu Run. Hal ini pun tak bisa disangkal oleh Lin Kuang.
Zhang Lianmei duduk di sofa dan menatap Lin Kuang dengan hati-hati. Kini ia benar-benar paham, Lin Kuang memang tidak tertarik padanya. Kalau sudah begitu, ia harus mencari cara lain untuk menyelesaikan masalah.
Memikirkan hal itu, Zhang Lianmei menghela napas panjang dan menatap Lin Kuang dengan penuh keyakinan. “Tuan Lin, sejujurnya, sampai pada titik ini, apa pun yang ingin Anda lakukan, saya hanya bisa mengikuti. Katakan saja, apa yang harus saya lakukan, saya pasti akan menurut.”
Di hadapan orang yang tahu diri, tak perlu berkata bodoh. Zhang Lianmei jelas paham hal itu.
Mendengar jawabannya, mata Lin Kuang tak bisa menyembunyikan sedikit rasa kagum. “Bagus, kau memang wanita yang lugas. Kalau saja kau tidak sering terlibat dengan laki-laki lain, mungkin aku justru tertarik padamu.”
Mendengar ucapan Lin Kuang, Zhang Lianmei sempat tertegun. Mengingat apa yang telah ia alami, sudut bibirnya menampilkan senyum pahit.
Demi mendapatkan apa yang diinginkan, Zhang Lianmei rela melakukan apa saja. Tubuhnya adalah modal terbaik yang ia miliki, selain kecerdasan yang tak kalah penting.
“Tuan Lin, saya tahu Anda tidak tertarik pada saya. Katakan saja, apa yang Anda ingin saya lakukan?”
Berusaha menenangkan diri, Zhang Lianmei kembali berbicara.
“Baik, pertama-tama, siapa namamu? Sampai sekarang aku belum tahu siapa sebenarnya dirimu.”
Menatap Zhang Lianmei, Lin Kuang bertanya dengan nada lebih santai.
“Namaku Zhang Lianmei.”
Zhang Lianmei menjawab dengan tegas.
“Zhang Lianmei? Nama yang cukup biasa. Baik, apa yang kuinginkan darimu sangat sederhana. Aku ingin menjadikanmu Ratu Elang Hitam!”
Mata Lin Kuang menatap dalam-dalam ke mata Zhang Lianmei yang penuh ambisi, ucapannya kali ini benar-benar serius.
Bukan tanpa alasan Lin Kuang berkata demikian. Saat Liu Mulian memintanya melindungi Liu Shilin dan Liu Shiyu, Lin Kuang sudah sadar betul bahwa kedua bersaudari itu berada dalam bahaya.
Demi keselamatan mereka, Lin Kuang harus memiliki kekuatan sendiri. Jika tidak, sendirian saja, ia akan kesulitan menghadapi masalah-masalah besar yang mungkin akan datang.
Elang Hitam adalah pilihan tepat. Ia bisa mengendalikan kelompok itu dan mendukung boneka kekuasaan. Zhang Lianmei, dengan ambisinya yang besar, jelas merupakan kandidat yang sangat cocok.
Jika berhasil menguasai Elang Hitam, Lin Kuang pun akan memiliki kekuatan sendiri. Di Donghai, ia bisa berkembang dan melindungi Liu Shilin beserta adiknya.
Mendengar ucapan Lin Kuang, tubuh Zhang Lianmei bergetar hebat. Matanya yang besar menatap Lin Kuang tanpa berkedip.
Ia segera menyadari, Lin Kuang tidak sedang bercanda. Tatapannya sungguh-sungguh.
Menyadari itu, di dalam diri Zhang Lianmei, ambisinya seperti disiram bahan bakar. Hasratnya yang sempat meredup kini membara dan sulit dikendalikan.
Menelan ludah dengan gugup, suara Zhang Lianmei terdengar bergetar. “Tuan Lin, benarkah yang Anda katakan?”
Zhang Lianmei menatap dalam-dalam ke mata Lin Kuang, berusaha mencari kejujuran di sana.
Lin Kuang mengangguk sambil tersenyum, menatap Zhang Lianmei dengan penuh keyakinan. “Ya, aku sangat serius. Aku ingin menjadikanmu Ratu Elang Hitam.”
Tatapan Lin Kuang begitu tulus, disertai kepercayaan diri yang mampu membakar ambisi Zhang Lianmei.
Melihat itu, tubuh Zhang Lianmei kembali bergetar hingga ia berdiri. Menghela napas dalam, ia berkata, “Baik, aku bersedia. Tapi bagaimana caramu membantuku?”
“Apakah orang ini bisa dipercaya?” Lin Kuang melirik sekilas ke arah Hu Run dan bertanya dengan santai.
“Bisa dipercaya, sangat bisa.” Zhang Lianmei menjawab, kali ini tersenyum tipis.
Ia bukan wanita bodoh. Setelah menyerahkan tubuhnya pada Hu Run dan kerap bersama, mana mungkin ia tidak menyimpan kartu as? Di tangannya, Zhang Lianmei memiliki banyak bukti. Jika Hu Run berani melawannya, dalam sekejap ia bisa menghancurkan laki-laki itu.
“Baik, kalau begitu kita bicarakan di sini saja.”
Lin Kuang tersenyum dan turun dari meja, lalu duduk di samping Zhang Lianmei. Sementara Hu Run duduk dengan hati-hati di hadapan mereka.
Melirik pada Zhang Lianmei di sebelahnya, Lin Kuang bertanya, “Katakan, berapa banyak orang Elang Hitam yang sudah kau kuasai? Melihat kecerdasanmu, pasti kau sudah punya banyak orang kepercayaan. Berapa persen yang bisa kau kendalikan?”
Mendengar pertanyaan itu, ekspresi Zhang Lianmei tetap tenang. Lin Kuang menebak dengan tepat, tapi ia sama sekali tidak terkejut. Toh, Lin Kuang memang pria cerdas.
“Sekitar lima puluh persen. Orang-orang Liu Tiecheng hampir semuanya sudah bisa kukendalikan. Sisanya hanya milik Wang Yuan, dan mereka benar-benar setia padanya.”
Zhang Lianmei menjawab tanpa menyembunyikan apa pun.
“Lima puluh persen? Tidak buruk. Kalau tidak salah, Wang Yuan adalah pemimpin Elang Hitam, kan?”
Lin Kuang bertanya dengan senyum samar.
“Benar, dia pemimpinnya.”
Zhang Lianmei menjawab jujur.
“Kalau aku menyingkirkan Wang Yuan, apakah Liu Tiecheng bisa menguasai Elang Hitam sepenuhnya?”
Lin Kuang bertanya lagi setelah berpikir sejenak.
Zhang Lianmei mempertimbangkan sebentar, lalu menjawab, “Hampir semua, meski tidak seratus persen. Setidaknya delapan puluh persen bisa dikuasai. Bagaimanapun, reputasi Liu Tiecheng di Elang Hitam cukup tinggi.”
“Bagus, kalau Liu Tiecheng memegang kendali, berapa lama waktu yang kau butuhkan untuk menguasai semuanya? Aku ingin mendengar waktu tercepat.”
Lin Kuang kembali menatap Zhang Lianmei.
Mendengar itu, Zhang Lianmei menunduk, berpikir cukup lama sebelum akhirnya menjawab, “Paling cepat butuh dua minggu! Beri aku waktu dua minggu, aku pasti bisa menguasai Elang Hitam sepenuhnya. Dengan syarat, kau harus menyingkirkan Wang Yuan.”
Sambil berkata, Zhang Lianmei mengangkat kepala, matanya menatap tajam ke arah Lin Kuang.
“Tidak masalah. Malam ini, berikan aku lokasi persembunyian Wang Yuan. Besok, dia akan lenyap dari dunia ini.”
Lin Kuang berkata dengan senyum tipis.
“Baik, malam nanti akan kukabarkan di mana Wang Yuan tinggal.”
Zhang Lianmei menimpali.
Lin Kuang mengangguk dan meninggalkan nomor telepon untuk Zhang Lianmei.
Ia yakin, wanita ambisius seperti Zhang Lianmei tidak akan mencelakainya. Apalagi, dia sendiri ingin naik ke puncak kekuasaan, jadi tak mungkin mengkhianati Lin Kuang.
Tentu saja, kalau pun Zhang Lianmei punya niat buruk, Lin Kuang sangat percaya diri bisa keluar dari situasi apa pun dengan tenang.
“Baik, sudah diputuskan. Malam ini aku menunggu teleponmu. Jangan sampai mengecewakanku.”
Lin Kuang tersenyum pada Zhang Lianmei, lalu berbalik meninggalkan ruangan. Ketika sampai di pintu kantor, langkahnya sempat terhenti.