Bab 34: Xu Mu Tak Mau Menyerah
Para penonton di ruang siaran langsung terperangah saat menyaksikan pemandangan ini.
"Kenapa Ji Xiangyan terlihat begitu santai? Padahal kakak kesayanganku masih menderita di gunung."
"Mau bagaimana lagi, siapa suruh mereka yang menemukan barangnya duluan." Beberapa orang merasa tidak senang, namun mereka tetap mengakui fakta tersebut.
Jika dibilang kru acara berbuat curang, faktanya peserta lain tidak ada yang berhasil menemukan apa pun, hanya tim Ji Xiangyan yang menemukannya. Meskipun yang menemukannya adalah anak kecil yang ia bawa.
Waktu berlalu dengan cepat, sebelum matahari terbenam, peserta lainnya pun kembali. Wajah mereka tampak lusuh dan penuh debu. Ji Xiangyan keluar dari tenda saat mendengar mereka tiba, dan ia langsung disambut dengan pemandangan yang menyedihkan itu.
Xu Mu tertegun sejenak saat melihat Ji Xiangyan keluar dari tenda. Ia tidak menyangka Ji Xiangyan kembali lebih awal dari mereka. Perasaan tidak nyaman seketika muncul di hati Xu Mu. Bagaimana jika penggemar berpikir bahwa dirinya tidak lebih baik dari Ji Xiangyan?
Sutradara melihat semua orang sudah berkumpul, ia segera mengambil pelantang suara. "Baiklah, karena semuanya sudah kembali, sekarang letakkan barang-barang temuan kalian di atas meja masing-masing agar staf bisa memeriksa keasliannya."
"Hah... ada yang asli dan palsu?" Semua orang berseru mendengar perkataan sutradara. Melihat ekspresi mereka, sang sutradara justru tersenyum licik.
"Sutradara, Anda curang sekali," ucap Chen Minmin dengan nada manja, menunjukkan sedikit sifat kekanak-kanakannya.
Sutradara terbatuk canggung. "Sudahlah, ayo keluarkan barang-barang kalian, ini menyangkut jatah makanan kalian malam ini."
Melihat sutradara mengalihkan pembicaraan, Chen Minmin menghentakkan kakinya dengan kesal. Xu Mu yang berada di sampingnya hanya tersenyum pasrah. Pandangannya beralih ke arah Ji Xiangyan, matanya berkedip sesaat sebelum ia melangkah mendekati pria itu.
"A-Yan, maaf ya, aku hari ini tidak menemukan banyak barang, kalau tidak, aku pasti akan membaginya sedikit untukmu."
Ia menatap Ji Xiangyan yang tampak tangan kosong dan mengira pria itu tidak menemukan apa pun di gunung. Saat mengatakannya, ia sengaja memiringkan wajahnya ke arah kamera agar para penggemar di siaran langsung bisa melihatnya. Benar saja, para penggemar semakin menyukainya karena menganggapnya begitu baik kepada Ji Xiangyan.
Ji Xiangyan terdiam sejenak. Baru saja ia hendak menolak, Xu Mu kembali mengertakkan gigi dan berkata, "Begini saja, aku akan membagi sedikit untukmu. Aku tidak tega melihatmu kelaparan."
Kata-kata Xu Mu membuat Ji Xiangyan merasa ada yang aneh. Padahal, ia belum mengatakan apa pun. Di sisi lain, ekspresi wajah Chen Minmin yang cantik seketika berubah.
"Kak Xu Mu, kau mau membaginya untuk dia?" Chen Minmin merasa tidak terima. Memangnya dia sudah meminta izin darinya? Ia semakin tidak menyukai Ji Xiangyan. Mengapa mereka harus membagi hasil jerih payah mereka kepada orang itu?
Xu Mu diam-diam tersenyum puas melihat kebencian Chen Minmin terhadap Ji Xiangyan. Ia memang sengaja mengatakannya agar wanita yang ceroboh itu merasa terganggu dengan kehadiran Ji Xiangyan, apalagi wajah Ji Xiangyan yang terlalu mempesona.
Saat Xu Mu sedang tersenyum penuh rahasia, terdengar suara lembut seorang anak kecil. "Paman kedua, cepat bantu, Fubao tidak kuat membawanya lagi."
Ji Xiangyan segera berbalik dan mendapati si kecil sedang memeluk tumpukan barang yang banyak. Di belakangnya, tampak Bai Siqian dan pamannya yang tersenyum malu-malu. Xu Mu yang tadinya bingung melihat Ji Xiangyan pergi, kini terbelalak melihat apa yang dibawa oleh anak kecil itu.
Peserta lain yang memperhatikan dari tadi pun ikut ternganga. Jadi, tim Ji Xiangyan tidak hanya menemukan barang, tapi jumlahnya sebanyak ini? Lalu apa yang ia lakukan tadi? Menjadi badut?
Xu Mu merasa kesal karena merasa dirinya bodoh telah sok baik menawarkan bantuan, padahal mereka memiliki jauh lebih banyak barang daripada dirinya. Ia sangat marah. Chen Minmin pun merasa sangat malu; dengan temuan sebanyak itu, mana mungkin mereka peduli dengan sedikit pemberian dari Xu Mu? Ia pun segera berbalik dengan wajah masam untuk meletakkan barang-barangnya.
Ji Xiangyan mengambil barang-barang dari pelukan si kecil. "Kenapa tidak memanggil Paman kedua tadi?"
Si kecil terkekeh. "Fubao pikir bisa membawanya sendiri, siapa sangka ternyata terlalu banyak."
"Kakak Chuchu hebat sekali!" puji Bai Siqian melihat si kecil tampak sedikit sedih. Wajah si kecil memerah karena malu dipuji.
"Ah, tidak juga," jawabnya malu-malu. Ji Xiangyan yang melihat tingkah menggemaskan itu merasa hatinya melunak. "Sudahlah, ayo kita bawa barang-barangnya ke sana."
Mereka berjalan menuju tempat sutradara. Saat mendekat, peserta lain yang sudah meletakkan barang mereka hanya menatap dengan wajah datar.
Para penggemar di siaran langsung tertawa terbahak-bahak.
"Lihat wajah mereka saat barang tim Ji Xiangyan dikeluarkan, lucu sekali."
"Bukan cuma mereka, lihat sutradara pun sampai tidak bisa berkata-kata."
"Sepertinya kru acara tidak menyangka Ji Xiangyan akan mengacaukan rencana mereka."
"Menurutku, kru acara pasti tidak berniat membiarkan mereka menemukan sebanyak itu, tapi hasilnya... ah, sudahlah."
"11, 12, 13, 14, nah, sudah selesai!" Si kecil menghitung barang temuan mereka dengan suara imutnya.
Staf menoleh ke arah sutradara dengan ekspresi bingung. Setelah mendapat anggukan, staf tersebut menarik napas dalam-dalam untuk memeriksa keaslian barang tim Ji Xiangyan. Tim lain jumlahnya sangat sedikit, bahkan ada satu tim yang tidak menemukan apa pun. Sejauh ini, tim Ji Xiangyan adalah yang terbanyak.
Setelah selesai memeriksa, staf tersebut semakin terkejut. Tidak hanya jumlahnya banyak, semua barang milik tim Ji Xiangyan adalah asli. Mereka hampir menemukan setengah dari barang yang disembunyikan kru acara.
Sutradara pun menarik napas panjang saat melihat data di tangannya. Ia melirik si kecil dengan tatapan penuh arti, namun tidak mengatakan apa pun. Ia kembali mengangkat pelantang suaranya.
"Data sudah terkumpul. Hanya ada dua tim yang bisa mendapatkan jatah makanan."
Dua tim? Semua orang tercengang. Probabilitasnya jelas menunjukkan satu tempat pasti milik Ji Xiangyan. Mereka tidak menyangka akan berakhir seperti ini.
Chen Minmin dan Xu Mu menanti dengan cemas, berharap tim mereka menjadi tim kedua agar tidak terlalu memalukan.
Sutradara mengumumkan, "Tim Chu Xu tidak menemukan apa pun. Tim Lin Yuhan menemukan dua barang asli. Tim Xu Mu menemukan lima barang asli. Dan tim Ji Xiangyan menemukan empat belas barang asli."
Sutradara menyebutkan nama Ji Xiangyan dengan perasaan campur aduk. Xu Mu menatap Ji Xiangyan dengan tatapan tidak percaya. Saat tidak ada yang melihat, secercah rasa iri melintas di matanya. Bagaimana bisa?
Ia hanya menemukan lima, mengapa keberuntungan Ji Xiangyan begitu besar? Bukankah seharusnya keberuntungan itu miliknya? Bukankah ia sudah memindahkan keberuntungan Ji Xiangyan ke dalam dirinya sendiri?